Menyimak kepanjangan dari ESD, maka
kontrol ESD secara teori bisa dilakukan dengan menetralkan muatan
listrik statik (tak ada ‘ES’) dan/atau mencegah terjadinya loncatan
muatan statik ke produk (boleh ada ‘ES’ tapi tak boleh ada ‘D’).
Kontrol ESD bisa kita rumuskan secara sederhana sebagai berikut :
Karena :
ESD = Electrostatic + Discharge
Maka :
a). No ESD = No Electrostatic
b). No ESD = Electrostatic + No Discharge
Tak ada muatan listrik statik (No Electrostatic) disini bisa dilakukan dengan beberapa langkah antara lain dengan mencegah atau mengurangi pembentukan muatan listrik statik. Cara yang lazim diterapkan antara lain :
· Melakukan karakterisasi proses : bagaimana muatan bisa terjadi dan terakumulasi ? bagaimana menghindari atau mengurangi terjadinya triboelectric charging ? proses mana saja yang memungkinkan terjadinya discharge ke produk ?
· Mengetahui jenis atau sifat material yang digunakan, apakah konduktif, statik-disipatif atau insulatif. Jika ada alternatif, hindari penggunaan material insulatif. Karena biasanya material insulatif itu sumber muatan listrik statik, jika memungkinkan, pilihlah material insulatif yang mempunyai sifat anti-statik.
· Melakukan netralisasi muatan dengan cara grounding untuk material konduktif dan statik-disipatif atau ionisasi untuk insulatif.
Jika timbulnya muatan listrik statik tak bisa dicegah atau diluar kontrol, maka menjaga supaya tak ada discharge ke produk. Cara yang lazimnya dilakukan antara lain :
· Mengisolasi produk dari lingkungan sekitar, misalnya dengan menempatkan produk di dalam static bag atau metoda faraday cage yang lain ketika memindahkan produk dari satu tempat ke tempat lain.
· Mengisolasi sumber muatan listrik statik, dengan menempatkannya di dalam faraday cage atau membuat halangan yang memblokir pengaruh medan listrik statik ke produk.
Kita akan bicarakan berbagai cara secara detil pada rubrik berikutnya …
Kontrol ESD bisa kita rumuskan secara sederhana sebagai berikut :
Karena :
ESD = Electrostatic + Discharge
Maka :
a). No ESD = No Electrostatic
b). No ESD = Electrostatic + No Discharge
Tak ada muatan listrik statik (No Electrostatic) disini bisa dilakukan dengan beberapa langkah antara lain dengan mencegah atau mengurangi pembentukan muatan listrik statik. Cara yang lazim diterapkan antara lain :
· Melakukan karakterisasi proses : bagaimana muatan bisa terjadi dan terakumulasi ? bagaimana menghindari atau mengurangi terjadinya triboelectric charging ? proses mana saja yang memungkinkan terjadinya discharge ke produk ?
· Mengetahui jenis atau sifat material yang digunakan, apakah konduktif, statik-disipatif atau insulatif. Jika ada alternatif, hindari penggunaan material insulatif. Karena biasanya material insulatif itu sumber muatan listrik statik, jika memungkinkan, pilihlah material insulatif yang mempunyai sifat anti-statik.
· Melakukan netralisasi muatan dengan cara grounding untuk material konduktif dan statik-disipatif atau ionisasi untuk insulatif.
Jika timbulnya muatan listrik statik tak bisa dicegah atau diluar kontrol, maka menjaga supaya tak ada discharge ke produk. Cara yang lazimnya dilakukan antara lain :
· Mengisolasi produk dari lingkungan sekitar, misalnya dengan menempatkan produk di dalam static bag atau metoda faraday cage yang lain ketika memindahkan produk dari satu tempat ke tempat lain.
· Mengisolasi sumber muatan listrik statik, dengan menempatkannya di dalam faraday cage atau membuat halangan yang memblokir pengaruh medan listrik statik ke produk.
Kita akan bicarakan berbagai cara secara detil pada rubrik berikutnya …